7 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Bangun Bisnis dengan Pasangan

top feature image

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Bangun Bisnis dengan Pasangan

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Bangun Bisnis dengan Pasangan

Tak sedikit orang yang memilih suami atau istri sebagai rekan berbisnis mereka. Membangun usaha bersama pasangan memang lebih terpercaya, terlebih keuntungannya tidak akan jauh dari kantung Anda. Namun tidak ada jaminan bisnis akan jadi lebih mudah. Jika salah dalam menentukan strategi, usaha bersama pasangan tercinta bisa jadi berakhir menjadi sebuah bencana. Untuk menghindarinya, simak tujuh tipsnya berikut ini:

1. Menikah Lama
Dikutip dari BBC, semakin lama masa pernikahan Anda, kemungkinan bisnis untuk sukses akan menjadi semakin tinggi. Menurut seorang financial planner bernama Shannon Lee Simmons pasangan yang sudah bersama lebih siap mengatur permasalah karena mereka terbiasa menghadapi pasang surut dalam kehidupan rumah tangga. “Pasangan baru biasanya masih dalam fase bulan madu di mana semuanya adalah menyenangkan, tapi Anda tidak tahu bagaimana orang itu menghadapi kesulitan dan tekanan keuangan,” kata Shannon.

2. Kemampuan Berbisnis dan Percaya
Jika salah satu dari Anda memiliki ilmu dan pengalaman berbisnis tentu akan menjadi lebih baik. Hal lain yang juga penting adalah mulai menanamkan kepercayaan lebih pada pasangan. “Hubungan Anda harus memiliki dasar yang baik. Butuh tingkat dari rasa menghormati dan percaya yang tinggi untuk berbisnis dengan seseorang, apalagi pasangan,” saran perencana keuangan Hilary Hendershott.

3. Rencanakan dan Analisa
Terkadang pasangan memutuskan untuk berbisnis bersama hanya bermodalkan rasa semangat tanpa ada rencana dan analisa yang jelas. Pastikan jika hal tersebut tidak terjadi pada Anda. Rencanakan bisnis dengan matang mulai dari masalah modal hingga kontrak. Kemudian cari tahu juga tentang pesaing-pesaing bisnis Anda. Jangan sampai usaha tersebut kurang laku karena Anda tidak banyak survei.

Baca Juga: 50 Inspirasi Gaun Pengantin 2015

4. Strategi Keluar
Jika bisnis tersebut gagal, keadaan keuangan keluar Anda bisa terancam. Untuk itu, pikirkan jalan keluar jika usaha tidak seperti harapan. Misalnya dengan tidak menyerahkan semua uang sebagai modal. Pikirkan pula tentang kemungkinan terburuknya. “Jika ada perpisahan atau perceraian siapa yang akan meneruskan bisnis? Apakah tetap dijalankan bersama? Apa yang akan terjadi?,” kata Shannon.

5. Bagi Tugas
Sebaiknya atur pembagian tugas yang detail bersama pasangan. Hal ini dilakukan agar bisnis dan kehidupan rumah tangga berjalan lebih lancar tanpa banyak percekcokan. Ada baiknya Anda memiliki tugas yang berbeda dengan pasangan demi meminimalisir atmosfir kompetisi.

6. Pisahkan Kehidupan Pribadi dengan Bisnis
Segala sesuatu yang berhubungan dengan uang bisa memicu perdebatan panas. Untuk itu, Anda harus bisa memisahkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan agar tidak sering bertengkar. “Bisnis bisa sangat menegangkan. Kami memiliki tradisi berpelukan, setelah itu kami suami dan istri lagi. Saat itu, aku sadar harus berganti peran,” saran Cynthia Bowman yang berbisnis dengan suami.

7. Jangan Terlalu Sibuk
Ketika bisnis sedang butuh perhatian otomatis Anda berdua akan sama-sama sibuk. Saat itu, jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Buatlah jadwal di mana Anda berdua masih memiliki waktu luang dan bisa diandalkan anggota keluarga lain jika dibutuhkan.

(ami/aln/http://wolipop.detik.com/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *