Belanja Online, Sebuah Cara Menikmati Diri

Apapun bisa dijual di Internet, termasuk telur. Bila telur yang rapuh saja bisa dijual di Internet, betapa luasnya peluang yang bisa dihadirkan e-commerce.

Tapi bukan telur yang membikin seorang pengguna antusias pada e-commerce. Tapi kenyamanan, keamanan, dan mungkin sesuatu yang tak kita duga: kesenangan!

Pengalaman berbelanja secara fisik memang menyenangkan. Namun tak semua aspek dari kegiatan itu menyenangkan. Masalah transportasi, misalnya, membuat pengalaman “pergi ke pusat perbelanjaan” tidak menyenangkan.

Bayangkan kemacetan yang kerap menghantui area-area perbelanjaan. Belum lagi sulitnya mencari parkir bagi mereka yang membawa kendaraan sendiri. Ini masih ditambah dengan ongkos transportasi yang membengkak.

Berbelanja online sambil bersantai di rumah sangat menyenangkan. Apalagi jika berbelanja dilakukan melalui layanan online yang terjamin dari sisi keamanan sehingga anti penipuan, kemudian tersedia banyak opsi pembayaran yang membuatnya lebih nyaman.

Toko online yang ideal adalah yang komplit. Menyediakan berbagai produk, mulai dari kue sampai fashion teranyar; dari ponsel murah hingga sepeda motor; dari penjual kecil hingga merchant ternama. Ibaratnya, belanja online adalah mengunjungi mal kelas tinggi sekaligus pasar tradisional.

Bagian terbaiknya, Anda bisa berbelanja dengan nyaman dan aman, dari mana pun.

Bila berkunjung dan membeli di mal online begitu mudah dan aman, tak heran bila kian banyak merchant yang memilih mengembangkan bisnisnya di sana.

Seperti yang dialami oleh Rakuten. Diluncurkan di Indonesia pada Juni 2011, Rakuten.co.id memiliki lebih dari 200 ribu tipe produk yang ditawarkan oleh lebih dari 300 merchant. Jumlah barang yang ditawarkan diharapkan melebihi sejuta produk pada akhir 2012.

Pada saat yang sama, hal ini membawa perubahan pada cara orang Indonesia berbelanja. Makin banyak yang mengubah gaya hidupnya dan mulai melakukan belanja online.

Contohnya, lalu lintas di situs Rakuten meningkat delapan kali lipat sejak diluncurkan. Saat ini, 45 persen konsumen Rakuten datang dari luar Jakarta, yang menunjukkan penyebaran pengguna.

Jika ditilik dari namanya yang berasal dari Bahasa Jepang, sebagai kata kerja raku ditulis dengan aksara Cina yang berarti menikmati diri. Aksara yang sama dipakai dalam nama Rakuten, yang berarti “Semangat positif”. Kata ini adalah simbolisasi natur bisnis Rakuten, di mana berbelanja adalah hiburan.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *