Ini yang Harus Diperhatikan Pemudik Motor!

Model transportasi sepeda motor tetap menjadi pilihan utama para pemudik kembali ke kampung halamannya. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan pada musim mudik 2012 ini, akan ada 1.533.340 warga Jakarta yang mudik menggunakan sepeda motor. Jumlah itu meningkat drastis dibandingkan data tahun lalu yang mencapai 1.199.867 jiwa.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, menilai mudik dengan menggunakan sepeda motor sebenarnya sangat berbahaya karena sepsifikasi sepeda motor yang memang tidak dibuat untuk perjalanan jauh. Angka kecelakaan selama arus mudik pun biasanya didominasi pemudik motor. Kendati demikian, jika memang terpaksa menggunakan sepeda motor, Sigit menuturkan ada lima hal yang harus diperhatikan para pemudik motor.
Pertama, soal kapasitas muatan. Dia mengimbau agar pemudik motor tidak membawa orang dan barang secara berlebihan di sepeda motor. Sepeda motor hanya bisa dinaiki oleh dua orang. “Kalau mau bawa anak-istrinya, mending tidak menggunakan sepeda motor dan beralih saja menggunakan kendaraan yang lain. Polda Metro bersama BRI telah menyiapkan 15 bus di check point Citra Raya, Tangerang dan Kedung Waringin, Bekasi untuk dipakai pemudik motor gratis. Jadi, anak dan istri bisa naik bus, suaminya silakan pakai motor,” kata Sigit.
Kedua, yang perlu diperhatikan adalah kondisi sepeda motor yang prima. Pemudik motor harus mengikuti standar keselamatan jarak jauh yang sudah ada. Misalnya saat berkendara, baik penumpang maupun pengendara harus menggunakan helm, sepatu, jaket, dan sarung tangan.
“Sistem pengereman, lampu, dan kelengkapan spion juga harus diperhatikan. Ini juga ditujukan untuk keselamatan di jalan. Cek ke bengkel sebelum berangkat mudik,” ujar Sigit.
Ketiga, yang perlu dipersiapkan adalah air minum kemasan dan jas hujan. Kedua barang itu perlu dibawa untuk mengantisipasi hal tidak diharapkan seperti cuaca buruk atau kelalahan tiba-tiba saat di perjalanan.
Keempat, Sigit mengingatkan pemudik motor untuk beristirahat setiap 4-5 jam. “Tubuh manusia itu ada batasnya. Sudah ada ketentuannya, kalau harus istirahat 4-5 jam sekali. Jangan pernah dipaksakan. Istirahat bisa dilakukan di pos pengamanan dan pos pelayanan mudik yang sudah disebar,” katanya.
Kelima, adalah persiapan mudik yang aman bagi anak. Menurut Sigit, mudik menggunakan sepeda motor sangat berbahaya bagi anak. Pasalnya, daya tahan tubuh anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa. Cuaca dingin, panas, debu bisa saja membuat si kecil kelelahan. Sehingga, Sigit meminta para orangtua untuk memperhatikan hal ini. “Paling baik pakai bus yang sudah disediakan kami. Jangan bawa anak kalau naik motor,” ujar Sigit.
Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *